TUGAS 2 PENGERTIAN, PRINSIP, PENDEKATAN DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH



KELAS : PPKn REGULER SORE B
Nama :            ALFAN HERJANDI
NIM  :                           E1B117004
Blog :        alfanjandi.blogspot.com
No Hp :                       085397200906

TUGAS 2 HARI/TGL : SELASA 20 MARET 2018

Pengertian, Prinsip, Pendekatan dan Tahapan Perkembangan Peserta Didik di satuan Pendidikan Sekolah Menengah.
1). Secara Etimologi peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu.
Secara Terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam bentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan.
Menurut parah ahli yaitu Hery Noer Aly berpendapat bahwa peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu untuk bisa mencapai apa yang ia inginkan dan cita-citakan.
2). Selanjutnya Prinsip-Prinsip Peserta Didik. Ada banyak sekali prinsip peserat didik dalam perkembangan peserta didik yaitu (a) Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi semua aspek. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tapi menyangkut semua aspek. (b) setiap anak memiliki kecepatan atau tempo dan kualitas perkembangan yang berbeda. (c) perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. (d) perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi.
3).  Setelah adanya pengertian dan prinsip peserta didik pasti ingin langsung melaksanakannya. Namun pelaksanaannya memiliki berbagai pendekatan-pendekatan antara lain adalah (1)  pendekatan kontekstual yang berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat dan memahami. (2) pendekatan konstruktivisme yang merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. Yaitu bahwa pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. (3) pendekatan deduktif dan induktif. Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep, defenisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya , sedangkan pendekatan induktif ciri utamanya dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau memperoleh pengertiian. Data yang digunakan mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi dilingkungan. Dan masih banyak lagi pendekatan-pendekatan yang lainnya.
4). Tahapan-tahapan peserta didik dalam proses perkembangan peserta didik didalam satuan sekolah menengah. Adapun tahapan yang pertama yaitu perkembangan aspek kognitif, pada masa remaja terjadi kematangan intelektulitas yang berkembang bersamaan dengan kematangan organ seksualnya. Selain terjadi perubahan fisik dan sosial juga terjadi perubahan dalam berfikir dan pengolahan informasi. Pada saat remaja mereka mengalami periode individualisasi, dimana mereka mengembangkan identitas diri mereka dan membentuk pendapat sendiri yang mungkin berbeda dengan orang tuanya. Remaja mulai merasa bahwa pemecahan masalah merupakan pilihan pribadi, bukan pendapat orang tua. Meskipun ada konflik tetapi itulah proses mereka menjadi orang dewasa. Yang kedua perkembangan aspek afektif, masa remaja dikenal dengan masa storm and stress, yaitu terjadinya pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Pada masa remaja (usia 12-21 tahun) terdapat beberapa fase, antara lain :
1.  fase remaja awal (12-15 tahun)
2.  fase remaja pertengahan (15-18 tahun)
3.  fase remaja akhir (18-21 tahun)
Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak lepas dari bermacam-macam pengaruh, seperti pengaruh lingkungan tempat tinggal,  keluarga, sekolah, dan teman-teman sebaya, serta aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Yang ketiga perkembangan aspek psikomotorik, kemampuan psikomotorik ini berkaitan dengan keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otak. Perkembangan psikomotorik yang dilalui oleh peserta didik SMA memiliki kekhususan yang antara lain ditandai oleh perubahan-perubahan ukuran tubuh, ciri kelamin yang primer, dan ciri kelamin yang sekunder. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengikuti irama tertentu. Hal ini terjadi karena pengaruh faktor keluarga, gizi, emosi, jenis kelamin dan kesehatan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOT POINT BAB 2 PENELITIAN KUANTITATIF