TUGAS 5 KONSEP DAN TUGAS PERKEMBANGAN BERDASARKAN TAHAPAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH (SMA).
KELAS
REGULER SORE B
Nama :
ALFAN HERJANDI
NIM : E1B117004
Blogg :
alfanjandi.blogspot.com
TUGAS 5 / 8 APRIL 2018
Creative
Summary tentang : Konsep dan Tugas perkembangan berdasarkan tahapan peserta
didik di satuan pendidikan sekolah menengah.
A. Pengertian
Perkembangan Peserta Didik pada Usia Sekolah Menengah.
Tugas
perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam
rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan
akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya,
sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu
yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam
menuntaskan tugas berikutnya.
Remaja
sangat sulit diartikan secara mutlah, dibawah ini pengertian remaja menurut
berbagai pandangan :
1. Remaja
menurut Hukum
Dalam
undang-undang perkawinan no. 1/1974 pasal 7 menjelaskan usia minimal untuk
suatu perkawinan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun bagi pria, walaupun
undang-undang tidak menyebutkan anak yang berusia di atas yang disebutkan tadi
bukan anak-anak lagi dan juga tidak bisa dianggap sebagai orang dewasa penuh
karena dalam usia tersebut mereka masih dianjurkan meminta izin dulu pada
orangtua mereka.
2. Remaja
ditinjau dari sudut perkembangan fisik
Dalam
ilmu kedokteran istilah remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik
di mana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Masa pematangan fisik
ini berjalan kurang lebih 2 tahun dan biasanya dihitung mulai menstruasi (haid)
pertama pada anak wanita (mulai umur 9 tahun) atau anak pria mengalami mimpi
basah (mengeluarkan air mani pada waktu tidur/kira-kira usia 15 tahun) yang
pertama, masa ini disebut masa pubertas.
3. Batasan
remaja Menurut Who
Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan
perkembangan dimana:
a.
individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual
sekundernya saat ia mencapai kematangan seksual.
b.
individu mengalami perkembangan psikologi dan pola indentifikasi ari
kanak-kanak menjadi dewasa
c.
terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan
yang relatif lebih mandiri (muangman,
yang dikutip oleh sarlito, 1991:9)
4.Remaja
ditinjau dari faktor sosial psikologis
Salah
satu cirri remaja di samping tanda-tanda seksualnya adalah: “ perkembangan
psikologis dan pada identifikasi dari
kanak-kanak menjadi dewasa”. Puncak perkembangan jiwa itu ditandai dengan
adanya proses perubahan dari kondisi “entropi” yaitu keadaan di mana kesadaran
manusia masih belum tersusun rapi, ke kondisi “negen-tropi” yaitu keadaan
dimana isi kesadaran tersusun dengan baik, pengetahuan yang satu terkait dengan
perasaan atau sikap.(sarlito, 1991:11)
5. Definisi remaja menurut masyarakat
Indonesia
Sebagai pedoman umum untuk remaja
Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah.
Pertimbangan-pertimbangannya adalah sebagai berikut:
a
usia 11 tahun adalah usia yang pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai
tampak (criteria fisik)
b.kebanyakan
masyarakat Indonesia menganggap usia11 tahun sudah akil balik, baik menurut
adat atau agama (criteria sosial)
c.pada
usia 11 tahun mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti
tercapainya identitas diri (ego identity: Erik Erikson), tercapainya fase
genital dari perkembangan kognitif (piaget) maupun moral (Khohlberg)
d.usia
24 adalah batas maksimal, member peluang bagi mereka yang masih menggantungkan
pada orang lain (secara tradisi), golongan ini masih banyak terdapat di Negara
Indonesia.
e.status
pernikahan, seorang yang telah menikah di usia berapapun di anggap dan
diperlakukan sebagai seorang dewasa penuh, baik secara hukum, maupun dalam
kehidupan bermasyarakat dan keluarga.
B. Tugas-tugas Perkembangan Peserta Didik
1.
Memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari
keduajenis kelamin.
2. Memperoleh peranan sosial dengan jenis
kelamin individu.
3. Menerima fisik dari dan menggunakan badan
secara efektif.
4. Memperoleh kebebasan diri melepaskan
ketergantupgan diri dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
5.
Melakukan pemilihan dan persiapan untuk
jabatan.
6.
Memperoleh kebebasan ekonomi.
7.
Persiapan perkavvinan dan kehidupan
berkeluarga.
8. Mengembangkan keterampilan intelektuai dan
konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara yang baik.
9. Memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung
jawabkan secara sosial.
10.
Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku
C. Implikasi tugas perkembangan peserta
didik pada usia sekolah menengah
Implikasi
Tugas-Tugas Perkembangan Peserta Didik pada Usia Sekolah Menengah dalam
Penyelenggaraan Pendidikan memperhatikan banyaknya faktor kehidupan yang berada
di lingkungan remaja, maka pemikiran tentang penyelenggaraan pendidikan juga
harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Sekalipun dalam penyelenggaraan pendidikan
diakui bahwa tidak mungkin memenuhi tuntutan dan harapan seluruh faktor yang
berlaku tersebut.
1.
Pendidikan yang berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang di selenggarakan di
dalam sekolah maupun di luar sekolah, pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk
klasikal.
Penyelenggaraan
pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan
kepada semua remaja yang tergabung di dalam kelas, sekalipun masing-masing di
antara mereka sangat berbeda-beda. Pengakuan terhadap kemampuan setiap pribadi
yang beranekaragam itu menjadi kurang. Oleh karena itu, yang harus mendapatkan
perhatian di dalam penyelenggaraan pendidikan adalah sifat-sifat dan kebutuhan
umum remaja, seperti pengakuan akan kemampuannya, ingin untuk mendapatkan
kepercayaan, kebebasan, dan semacamnya.
2.
Beberapa usaha yang perlu dilakukan di dalam penyelenggaraan pendidikan,
sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-cita
kehidupannya antara lain adalah:
a.Bimbingan
karier dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan
dan jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.
b.
Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan ber-orientasi kepada
kondisi (tuntutan) lingkungan.
c. Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan
mengem¬bangkan kurikulum muatan lokal.
3.
Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak
ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa
sebelumnya. Untuk me¬ngembangkan model keluarga yang ideal maka perlu
dilakukan:
a. Bimbingan tentang cara pergaulan dengan
mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi pekerti dan pendidikan
keluarga.
b. Bimbingan siswa untuk memahami norma yang
berlaku baik di dalam keluarga.
DAFTAR
PUSTAKA
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/04/inventori-tugas-perkembangan/
ULASANNYA
:
Konsep dan tugas perkembangan peserta
didik merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan atau dilakukan oleh
setiap individu atau seseorang pada masa tertentu. Tugas perkembangan ini
dimulai dari sejak dini hingga dewasa. Namun disini saya membahas tentang tugas
perkembangan pada peserta didik pada satuan sekolah menengah (SMA). Pada masa
ini telah berkembang berbagai aspek baik aspek afektif, kognitif, dan
psikomotorik yang dimana disini telah mencapai tingkat kematangan yang sempurna.
Oleh karena itu penting bagi seorang
peserta didik untuk melaksanakan tugas – tugas tersebut yang dimana akan sangat
membantu peserta didik dalam kesuksesan kehidupan selanjutnya untuk memasuki
dunia kerja dan kehidupannya agar lebih terorganisir lagi. Dapat memilah antara
mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang lebih bermanfaat dan tidak
bermanfaat sama sekali untuk dirinya pribadi.
Sangat penting disini juga peran orang
tua dan guru sebagai motivator anak – anak didiknya agar tidak salah dalam
mengambil langkah yang dipilihnya dan agar berguna bagi keluarga, masyarakat,
bangsa dan negara yang dimana mempunyai kualitas yang sangat baik.
Komentar
Posting Komentar